"Agar kamu bermanfaat,aku harus membelahmu," kata tukang kebun.
"Membelahku? Gunakan aku semaumu, tetapi jangan membelahku. Aku bambu yang paling indah dalam kebunmu," bambu tiu memohon.
"Bila aku tidak membelahmu, aku tidak bisa menggunakanmu."
Bambu yang paling tinggi dan indah itu tiba-tiba merasa sedih dan pilu. Angin menggoyang-goyangkannya kesana kemari. Disekitarnya ada beberapa kupu-kupu yang gelisah berterbangan.Akhirnya bambu tiu membungkuk dan berbisik,
"Tuan, bila satu-satunya jalan demikian, belahlah aku."
"Kalau begitu, aku akan memotong dan membelahmu."
Tukang kebun itu memotong dan membelahnya. Kemudian ia membawa dan meletakkannya diantara lahan yang kering dan sumber air. Bambu itu dijadikan saluran yang mengalirkan air ke ladang-ladang, mendatangkan kesuburan, memberikan berkah yang melimpah bagi banyak orang.
Semoga kita tetap menjadi saluran berkat, menjadi berkat bagi sesama hingga peziarahan hidup kita berakhir sesuai yang di kehendaki Allah Bapa Sang Sumber Hidup. Amin
{Yustinus Setaynta}
Tidak ada komentar:
Posting Komentar