Sabtu, 03 Januari 2015

MALAM LEKAS MENJEMPUT












Senja...
tak henti kau mengeja keelokan dipenghujung hari
kau laksana pentas sebuah janji
takkan henti pena jemariku meliuk menari
mengalunkan nada-nada di setiap pena ini
hingga laguku tersyair merdu di relung hati
bertinta warna-warni lengkung pelangi
kau...bagai kisah yang berbuku di diary hati
yang tak kan terhapuskan walau badai melanda jiwa ini
jelaga rasa yang setia menemani

padamu senja ku rangkai aksara
menjadi bait-bait indah laksana nirwana
kan ku maknai semua arti tentangmu
tanpa peduli orang memaknai arti awanmu

senja...
meski malam benamkan jinggamu dalam lelap
aku tidak mampu meniadakan keberadaanmu
kau serasi elok dengan kelak kelok sungai
yang mengaliri sebuah hati di lembah penantian

Lihat matahari mulai
menyombongkan perhiasan emasnya....
Merayu bebukitan untuk mau bersetubuh
Menghindari gelap yang selalu
merongrong wibawanya....
Malu jika angkuhnya
berkalung bintang



{Yustinus Setyanta}

Tidak ada komentar:

Posting Komentar