Sabtu, 05 Desember 2015

ARTI KAWAN


Sepercik air yang ku nantikan 
Tapi hanya butir pasir ku dapatkan 
Dimana senyum yang memanjakan 
Tapi hanya kepiluan hati yang ku temukan

Bersama lalui badai nan kelam, kita tetap berjalan 
Menembus kebisuan malam, kita bergandeng tangan 
Kita kuatkan langkah sambil berdendang 
Kita arahkan jejak satu pandang

Dimana kini engkau teman 
Menghilang ditelan awan 
Dimana engkau berada teman 
Menghilang entah kapan datang

Aku rindu arti dirimu kawan 
Saling berbagi, indahnya mimpi kita
Aku rindu arti dirimu kawan
Lalui bersama menembus kebisuan kita



{: Yustinus Setyanta}



FORMASI FIKSI MINI

Ia memanggil bala tentara huruf. Tapi yang hadir hanya 120 saja. 
Maka ia perintahkan mereka membentuk formasi pertahanan yaitu fiksimini.

























{Yustinus Setyanta}

Jumat, 04 Desember 2015

MUSUH DALAM SELIMUT (Fiksimini)

Wah, aku sungguh terkejut mengetahui siapa sebenarnya musuh dalam selimut 
yang selama ini merusak hidupku : diriku sendiri.































{Yustinus Setyanta}

Kamis, 03 Desember 2015

POHON KONTROVERSI

Ia bukan petani atau peladang lho. 
Tapi ketika iseng menanam biji pohon kontroversi, tak lama bermunculan buahnya. 
Bukan di pohon tapi di bibir orang-orang.



































{Yustinus Setyanta}

RUANG RAGA DAN RASA

Rumah; ketika seluruh lelah dan penat hilang tanpa obat. Ketika waktu seolah melambat kerena canda tawakeluaraga begitu menentramkan. Rumah adalah ruang raga dan rasa. Rumah adalah ruang untuk mengaungkan logika, mengolah raga dan rasa.

Desain tangga rumah secara dekoratif untuk mempercantik ruangan dan multiguna.



Desain Kursi meja










MASA ADVEN (Catatan Pribadi)



Makna Adven berasal dari bahasa latin "adventus" yang artinya "datang". KGK Menekankan makna ganda "kedatangan, yaitu Dalam perayaan liturgi Adven, Gereja menghidupkan lagi penantian akan Mesias; dengan demikian umat beriman mengambil bagian dalam persiapan yang lama menjelang kedatangan yang pertama Penebus dan membaharui di dalamnya kerinduan akan kedatangan-Nya yang kedua" (no. 524)

Oleh sebab itu, di satu pihak, saya diajak berefleksi kembali kedatangan Kristus dengan merenungkan kembali misteri inkarnasi yang agung ketika Kristus merendahkan diri, mengambil rupa manusia. Di lain pihak, saya diajak menantikan Kristus yang datang pada akhir zaman atau kedatangan Kristus kedua.

Maka, masa Adven lekat dengan masa penantian. Masa Adven ialah masa persiapan menyambut kedatangan Kristus sebagai Penyelamat Dunia. Persiapan itu dilakukan dengan berbagai upaya, dari persiapan batin hingga lahir. Maka hendaknya ketika mempersiapkan kedatangan Penyelamat Dunia itu, saya diajak menyambutnya dengan penuh syukur dan tobat, seperti apa yang dikatakan dalam Injil Lukas, "Bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatmu sudah dekat"
"Mengangkat muka" artinya aku diajak sungguh-sungguh mengarahkan diri menyongsong dengan penuh harapan dan semangat baru. Sambutlah kedatangan Tuhan dengan penuh antusias dan penuh sukacita.


Pada masa adven ini diriku diajak untuk melunakkan hati agar mudah tergerak oleh Sabda Tuhan dan mewujudkannya dalam hidup sehari-hari. Berlandaskan Sabda Tuhan diriku mampu bercermin agar bisa melihat diri apa adanya sehingga mampu mensyukuri karunia-Nya dan memperbaiki kekuranganku.

Masa adven menjadi masa yang penting untuk menyadari bahwa hidup beriman ku merupakan proses yang terus menerus bertumbuh dan berkembang. Perjalanan rohani seseorang (diriku) pasti berkat campur tangan Tuhan. Tuhan pasti juga memiliki rencana bagi hidup ku. Mari menemukan kehendak Tuhan dalam doa.


Bersukacita Kerena Allah.








(Yustinus Setryanta)






























































{: Yustinus Setyanta}

Rabu, 02 Desember 2015

SETAPAK LANGKAH

Hidup setumpah cawan
Menatap tajam arah ke depan
Menantang satu terbelah awan
Liang jiwa kian terapatkan

Dirinya kini sehati memandang
Selalu jejak tertinggal dibelakang
Bertemani cahaya yang terang
Menjauh pergi bagai terbuang

Tunjukkan dimana pasti adanya
Setapak jarak langkah jalannya
Menghantam jenuh
















(: Yustinus Setyanta)